Home / Investasi / Investasi properti / Strategi Investasi Properti Bagi Pemula

Strategi Investasi Properti Bagi Pemula

Strategi Investasi Properti Bagi Pemula – Investasi properti memang sudah menjadi rahasia umum sangat menjanjikan. Dari sekian banyaknya jenis investasi, salah satu investasi yang dinilai sangat menjanjikan adalah investasi properti.

Industri properti memang sudah banyak mencetak banyak investor yang sukses dengan profit yang besar.

Tidak hanya berupa tanah dan rumah, adapun dalam properti berupa apartemen, kantor, atau bangunan lainnya..

strategi investasi properti untuk pemula 1024x571 - Strategi Investasi Properti Bagi Pemula

Maka tidak heran jika saat ini sebagian orang lebih tertarik untuk mengalihkan investasinya ke sektor properti..

Tetapi, investasi di properti memiliki resiko yang tinggi. Jika kita tidak bisa mengendalikannya, bisa-bisa ini akan menjadi bencana bagi keuangan Anda.

Sebelum Anda memulai investasi di properti, sebaiknya perhatikan 6 tips dan strategi investasi properti berikut ini.

Baca Juga : Mengapa Investasi Properti Menguntungkan

1. Lunasi Hutang (Beban) Anda Terlebih Dahulu

Tak jarang, para investor properti mengambil metode berhutang dalam memulai langkah investasinya.

Hal ini sangat tidak disarankan. Tetapi, rata-rata orang banyak yang mengambil langkah ini.

Siapa yang ga mau dapet investasi properti senilai ratusan juta, dan dibayarkan pihak lain pula?

Padahal hakikatnya hutang itu akan menjadi beban di masa yang akan datang.

Sebaiknya, uang yang digunakan untuk investasi properti bukan dari uang pinjaman. Selain itu, Anda bisa menunda terlebih dahulu untuk membeli unit properti jika masih memiliki tunggakan hutang.

Karena investasi properti dengan menggunakan metode berhutang bukanlah langkah yang tepat.

2. Hitung Kemampuan Finansial (Alokasi Anggaran) Anda Untuk Investasi Properti

Setelah Anda membersihkan hutang-hutang Anda sebelumnya (jika ada hutang), maka langkah selanjutnya adalah analisa kemampuan finansial Anda.

Berapa kira-kira yang sanggup Anda investasikan ke properti? Berapa anggaran investasi yang bisa Anda sisihkan per bulannya?

Mengetahui informasi ini sedari awal akan menentukan penentuan langkah-langkah berikutnya.

Idealnya, 30% dari penghasilan Anda dialokasikan untuk kebutuhan investasi.

3. Gali Informasi Mengenai Peta Perencanaan Wilayah

Sudah bukan rahasia lagi, salah satu faktor utama dari investasi properti adalah lokasi.

Bahkan ada yang mengatakan bahwa rumus investasi di properti itu adalah 5L. Lokasi, lokasi, lokasi, lokasi, dan lokasi.

Bagaimana mengetahui mana lokasi yang prospektif dan mana lokasi yang tidak prospektif? Atau lokasi yang perkembangannya cepat dan lokasi yang lambat perkembangannya?

Salah satu cara yang tercepat adalah dengan mengetahui peta perencanaan wilayah. Ini bisa didapat di tata kota pemerintahan daerah setempat agar lebih pasti dan valid informasi yang didapat.

Atau juga bisa dengan mengunjungi lokasi atau daerah tersebut dan merasakan perkembangannya sendiri.

Infrastruktur apa saja yang direncanakan dibuat? Sudah ada fasilitas umum dan fasilitas sosial apa saja?

Hal ini bisa dilihat secara kasat mata. Semakin ramai, maka semakin bagus perkembangan daerahnya.

4. Tentukan Lokasi Investasi Propertinya

Setelah Anda mengetahui potensi pengembangan sebuah daerah, langkah selanjutnya adalah memilih daerah mana yang akan Anda tuju untuk berinvestasi properti.

Perbandingan-perbandingan dari rencana pengembangan daerah pada langkah sebelumnya bisa Anda jadikan rujukan.

Namun yang perlu Anda perhatikan adalah, semakin berkembang sebuah daerah, maka biasanya harganya akan semakin tinggi. Jadi sesuai.

Tinggal Anda cocokkan antara budget dan juga lokasi yang Anda mau investasi.

Bukan berarti investasi di lokasi yang belum berkembang itu merugikan ya.

Justru bisa berpotensi sebaliknya. Investasi di daerah yang belum terlalu berkembang bisa membuat Anda untung berlipat-lipat ke depannya.

Karena Anda bisa beli dengan harga yang sangat rendah. Lalu setelah itu Anda jual dengan sangat tinggi.

Potensi pengembalian investasinya bisa melebihi ROI investasi jenis manapun.

5. Tentukan Jenis Propertinya

Setelah menentukan lokasinya, tentukan jenis propertinya.

Properti itu ada banyak. Tanah, rumah, ruko, guest house, villa, apartemen, condotel, mall, atau hotel. Semua itu jenis properti.

Bagi pemula, sangat disarankan untuk investasi di properti yang jenisnya low-end. Atau simpelnya yang paling mudah dan harganya murah.

Seperti tanah.

Mengapa pilihan investasi propertinya di tanah? Bukan rumah? Alasannya ada beberapa, nanti akan saya share di video lain.

Namun salah satu yang paling penting adalah karena tanah itu nilainya naik, sementara bangunan itu nilainya turun.

Jadi jika Anda hanya investasi di tanah, maka hanya mengarah ke satu tujuan. Yaitu investasi Anda akan naik ke atas nilainya.

6. Pastikan Legalitasnya Clear

Kepemilikan properti, selain ditunjukkan dengan penguasaan fisik, juga ditunjukkan dengan legalitas kepemilikan.

Sertifikat Hak Milik (SHM) jika perseorangan yang memiliki.

Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) jika perusahaan yang memiliki. Atau milik pribadi namun berasal dari milik perusahaan sebelumnya.

AJB (Akta Jual Beli) jika belum ditingkatkan ke SHM. AJB bukan menunjukkan kepemilikan, namun hanya menunjukkan bahwa properti tersebut telah dipindahtangankan ke pemilik AJB terakhir.

Girik/Letter C jika belum ditingkatkan ke SHM. Girik/Letter C menunjukkan riwayat tanah dan juga bukti kepemilikan yang sah yang disimpan di Desa setempat.

Bagi pemula, pastikan kepemilikan di atas clear. Dan memang Anda bertransaksi dengan pemilik sah propertinya.

Cara mudah untuk memastikan ini semua adalah melalui notaris setempat.

Jika 5 tahapan ini sudah dilalui dengan baik, insyaAllah investasi properti Anda akan aman dan pastinya menguntungkan.

Selamat berinvestasi di properti.

About Nasuha Alhuda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *