Breaking News
Home / Riba / Jebakan Riba yang Ada di Tengah-tengah Masyarakat

Jebakan Riba yang Ada di Tengah-tengah Masyarakat

Jebakan Riba di Masyarakat – Riba itu ternyata telah merajalela di masyarakat. Bahkan saat ini mengambil riba adalah seolah-olah merupakan hal yang “normal”. Sehingga orang-orang tidak takut atau bahkan berani secara terang-terangan dan bangga bisa mengambil riba.

Loh kok bisa begitu?

Iya tentu saja bisa. Karena memang mengambil riba bukanlah hal yang tabu ataupun sebuah hal yang biasa-biasa saja.

Hal tersebut tidak terlepas dari fakta bahwa banyak masyarakat yang dengan sukarela “terjebak” dengan riba itu sendiri.

Bagaimana bisa terjebak riba secara sukarela?

Karena memang banyak jebakan-jebakan atau bahkan perangkap-perangkap riba yang tidak diketahui masyarakat. Atau masyarakat yang belum mengetahui bahwa hal yang mereka ambil itu adalah perbuatan riba.

Berikut ini adalah jebakan atau perangkap riba yang saat ini paling umum dan paling banyak terjadi di masyarakat.

Jebakan Riba Yang Berkeliaran di Masyarakat

1. Riba dari Modal Kerja atau Modal Usaha

jebakan-riba-melalui-modal-usaha

Riba yang satu ini muncul dari hasil peminjaman modal usaha. Seringkali yang menyalurkan adalah pihak bank.

Skemanya adalah perorangan atau perusahaan mengajukan pinjaman ke bank. Lalu setelah pengajuannya disetujui maka bank menyalurkan pinjaman modal berupa uang tunai pada nasabah tersebut baik itu perorangan atau perusahaan.

Lalu nasabah tersebut berkewajiban untuk mengembalikan pinjaman tersebut ditambah lagi bunga/kelebihan yang sudah ditakar dari awal pinjaman.

Nah bunga/kelebihan itulah yang menjadi riba. Karena setiap kelebihan yang timbul pada akad hutang-piutang adalah riba. Dimana seharusnya di dalam Islam jika kita meminjam 1 juta rupiah maka harus dibayar senilai 1 juta rupiah juga.

2. Riba dari Leasing Kendaraan/Barang Elektronik/Perabotan

Jebakan Riba Melalui Leasing

Jebakan riba berikutnya adalah berasal dari leasing (perusahaan pembiayaan konsumtif). Barang-barang konsumtif yang dimaksud disini beraneka ragam.

Mulai dari yang nilainya tinggi seperti kendaraan bermotor (mobil, truk, ataupun motor). Lalu barang-barang elektronik (smart phone, televisi, radio, ac, kulkas, kipas angin, dll). Selanjutnya perabotan rumah tangga ataupun furniture.

Pada dasarnya, saat ini hampir semua barang bisa di leasingkan.

Lalu ribanya dimana?

Nah letak riba pada model bisnis pembiayaan konsumtif pada dasarnya mirip-mirip seperti yang permodalan usaha pada poin pertama tadi. Jadi nasabah dipinjamkan sejumlah uang untuk digunakan untuk untuk membeli secara cash kendaraan/barang tersebut.

Lalu kemudian nasabah nanti akan membayarkan hutang pokok plus bunganya juga.

Yang jadi pembeda adalah untuk leasing, pembiayaannya masuk kepada pembiayaan konsumtif, bukan pembiayaan produktif layaknya bisnis. Dan kendaraan maupun barangnya tersebut nilainya cenderung turun.

Tidak seperti bisnis yang jika menghasilkan keuntungan, maka nilai pinjaman atau pembiayaannya tidak terasa tinggi. Karena tertutup dari keuntungan bisnis.

3. Riba dari Kredit Kepemilikan Rumah

Jebakan Riba Melalui Kredit Kepemilikan Rumah

Jebakan riba dari Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) ini menurut saya adalah salah satu jebakan riba yang paling berbahaya. Bagaimana tidak? Riba dari KPR ini jangka waktunya adalah yang paling panjang. Yaitu bisa mencapai 20 – 25 tahun.

Di dalam Islam, jangka waktu 20 – 25 tahun itu layaknya 1/3 umur kita. Karena berpatokan pada usia wafat Rasulullah Muhammad SAW pada usia 63 tahun.

Bayangkan apabila selama 1/3 umur kita itu dihabiskan untuk melakukan aktivitas riba. Salah satu perbuatan dosa besar yang paling dibenci Allah SWT.

Betapa tersia-sianya umur kita jika dihabiskan untuk hal-hal yang dilaknat Allah SWT. Bahkan terancam disiksa di neraka selama-lamanya pula. Naudzubillah..

Nah mengapa KPR ini saat ini begitu banyak peminatnya? Bahkan dari tahun ke tahun nilainya pun tetap besar.

Sedikit banyak hal itu dikarenakan beberapa anggapan yang sudah berlaku umum di masyarakat saat ini. Diantaranya adalah anggapan bahwa tidak apa-apa untuk mencicil rumah ke bank asal bisa punya rumah.

Atau anggapan daripada kontrak rumah terus, maka lebih baik mencicil rumah ke bank dan rumah tersebut menjadi milik kita sendiri.

Padahal punya rumah ataupun tidak punya rumah bukanlah ukuran keimanan seseorang. Bukanlah pula ukuran derajat manusia dihadapan Allah SWT. Apalagi ukuran untuk pantas masuk surgaNya Allah..

Cara Kerja Riba di Kredit Kepemilikan Rumah

Cara kerja KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah juga tidak jauh berbeda dari jebakan-jebakan riba sebelumnya.

Yaitu Bank melakukan pembiayaan rumah ke developer (membeli cash ke developer) lalu nasabah kemudian mencicil pembiayaan tersebut hingga waktu yang ditentukan. Cicilannya mengikuti pokok pinjaman plus bunga.

Nah yang seringkali berbeda pada pembiayayaan lainnya adalah tingkat suku bunga untuk KPR ini yang seringkali berubah. Bahkan cenderung sepihak tanpa persetujuan dari nasabah terlebih dahulu.

Jadi jika Anda awalnya mencicil rumah senilai 2 juta rupiah untuk 2 tahun pertama, bisa jadi di tahun ke 3 dan seterusnya cicilannya jadi naik menjadi 3 juta atau 4 juta per bulannya. Dan bisa jadi di tahun ke 8 naik lagi menjadi 3,5 juta atau 4,5 juta per bulan.

Dan nasabah tidak bisa berbuat apa-apa selain tetap mencicil sesuai nilai yang ditetapkan bank tersebut.

4. Riba dari kredit online

Jebakan Riba Melalui Kredit Online

Jebakan riba yang terakhir ini adalah jebakan riba yang sedang tren baru-baru ini. Yaitu kurang lebih sekitar 2 tahun ke belakang ini.

Pengajuannya pun amat sangat dipermudah oleh penyedia pembiayaan.

Kita hanya perlu melampirkan data diri (KTP & NPWP), mengajukan aplikasi peminjaman via online, lalu bisa disetujui pinjamannya. Bahkan tanpa jaminan sama sekali!!

Nilainya pun bervariatif mulai dari 3 – 5 juta hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Nah itulah 4 jebakan riba yang saat ini sangat marak di masyarakat. Jika Anda membaca tulisan saya ini, Anda perlu mewaspadai 4 jebakan riba tersebut.

Jika Anda belum pernah mengambil salah satu diantaranya, maka alhamdulillah. Allah masih melindungi Anda dan keluarga Anda.

Namun jika Anda pernah atau bahkan masih terjebak di salah satu diantaranya, jangan berkecil hati. Selagi ada umur, segeralah bertobat. Karena riba merupakan salah satu dosa besar. Dan percaya bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Anda bisa membaca artikel ini adalah sebuah bentuk hidayah yang Allah turunkan bagi Anda. Dan hal ini adalah hal yang perlu Anda syukuri.

Semoga kita semua selalu dilindungi Allah SWT dari perbuatan-perbuatan dosa baik yang kita sengaja maupun yang tidak. Aamiin Allahumma Aamiin..

About Nasuha Alhuda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *