Home / Bisnis / Ini 7 Prioritas Bisnis Dalam Menghadapi Masa Krisis

Ini 7 Prioritas Bisnis Dalam Menghadapi Masa Krisis

Prioritas Bisnis Dalam Menghadapi Krisis – Berikut ini saya akan coba membagikan tips bisnis di saat krisis. Apa yang seharusnya kita lakukan sebagai pengusaha dalam menyikapi situasi krisis yang saat ini sedang kita hadapi bersama. Yaitu krisis kesehatan pandemi COVID-19 dan menyusul kemudian krisis sosial dan ekonomi.

Tips-tips praktis ini saya dapatkan dari salah satu guru saya yaitu pak Budi Isman melalui channel youtube beliau. Track record beliau sebelumnya pernah melalui 4 krisis dan sukses membawa perusahaan yang dipimpinnya melewati krisis tersebut. Termasuk krisis terbesar yang dihadapi Indonesia di tahun 1998.

Berikut ini adalah tips-tipsnya. Silahkan disimak sambil menyeruput kopi favorit Anda.

Simak 7 Prioritas Bisnis Yang Perlu Dilakukan Di Masa Krisis

1. Review Situasi dan Kategori Bisnis Anda

people in business meeting with crisis situation PWXK9TV scaled - Ini 7 Prioritas Bisnis Dalam Menghadapi Masa Krisis

Yang pertama harus Anda lakukan yaitu coba review situasi Anda saat ini. Dan respon yang harus dimunculkan adalah sikap positif. Tetap confidence menatap masa-masa ini. Karena kalau sebagai pemilik usaha kita pesimis, dan memunculkan respon yang negatif maka semakin berat usaha kita untuk melalui masa-masa ini.

Kemudian setelah itu adalah coba review bisnis kategori kita. Apakah bisnis kita dalam kategori terdampak dengan adanya pandemi COVID-19 ini atau tidak. Terdampak di sini pun bisa 2 macam. Bisa terdampak positif atau terdampak negatif.

Terdampak negatif misalkan sektor pariwisata yang sepi atau restoran dan bisnis-bisnis offline lainnya yang pendapatan turus drastis karena adanya anjuran #DiRumahAja.

Terdampak positif misalkan di sektor kesehatan seperti herbal, lalu alat kesehatan seperti masker atau hand sanitizer yang justru lagi meroket-meroketnya permintaan akan hal-hal tersebut saat ini.

Nah beda situasi kategori bisnis terdampak ini memunculkan solusi dan penanganan yang berbeda pula.

Lalu terus update dan pantau terus kebijakan-kebijakan dari pemerintah. Karena pandemi corona virus ini berefek ke seluruh lapisan masyarakat, pemerintah pasti akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang akan berpengaruh terhadap proses bisnis usaha.

Kemungkinan besar ada insentif-insentif yang bisa kita sebagai pengusaha manfaatkan untuk meneruskan kelangsungan bisnis kita.

2. Selamatkan Omzet atau Revenue Anda

Di saat-saat seperti ini Anda harus menyelamatkan omzet atau revenue Anda. Karena semuanya berubah. Cara beli masyarakat, daya beli masyarakat, delivery produk kita, dll. Semuanya berubah sehingga kemungkinan besar akan berpengaruh ke total pendapatan kita.

7 prioritas bisnis dalam menghadapi krisis scaled - Ini 7 Prioritas Bisnis Dalam Menghadapi Masa Krisis

Identifikasi misalkan kenapa omzet kita turun. Lalu cari solusi yang tepat di saat seperti ini untuk kembali meningkatkan omzet. Apakah tidak ada permintaan sama sekali terhadap produk kita? Atau permintaannya ada tapi terkendala di delivery nya? Itu solusinya bisa berbeda.

Kemudian jika tadinya bisnis Anda di offline, mulai beralihlah ke online atau digital. Karena social distancing “memaksa” kita untuk seperti itu. Dan kita yang harus menyesuaikannya.

Lalu cara selanjutnya untuk menyelamatkan omzet di saat krisis adalah dengan downsizing product. Atau “mengecilkan ukuran produk.” Misalkan Anda jual produk 500 ml, turunkan menjadi 250 ml atau 100 ml.

Fokuskan pada affordability atau ke daya serap pasar. Karena saat ini fokus orang-orang adalah pada alat kesehatan dan juga untuk pemenuhan kebutuhan pokok.

Lalu kita juga bisa fokus untuk meningkatkan vertical sales. Maksudnya adalah kita fokus pada pelanggan-pelanggan setia kita yang sudah pernah membeli dari kita. Bukan untuk mencari pelanggan baru. Karena ke pelanggan setia kita akan lebih memungkinkan untuk melakukan pembelian.

Atau langkah yang lebih ekstrim adalah membuat produk untuk mengatasi permasalahan yang saat ini lagi dihadapi. Jadi pakai strategi pivot untuk sementara waktu. Yaitu strategi dimana kita beralih dulu ke produk-produk yang memang lagi banyak dibutuhkan. Bisa ke produk kesehatan, masker, APD, dan lain-lainnya.

Disaat kondisi dan situasi kembali normal, baru kita balik lagi menjalankan bisnis kita. Tetapkan kondisi survival mode atau yang penting bisa bertahan dulu di masa krisis saat ini.

3. Kelola Biaya Sebaik-baiknya

Pengelolaan biaya harus dilakukan dengan ekstra saat ini. Efisiensi dan kelola biaya seketat mungkin di saat seperti ini.

7 prioritas bisnis dalam menghadapi krisis 2 scaled - Ini 7 Prioritas Bisnis Dalam Menghadapi Masa Krisis

Bagaimana caranya?

Buat matrix biaya kemudian bagi menjadi 4 bagian. Yaitu fix cost (biaya tetap), variable cost (biaya tidak tetap), must have (yang harus dikeluarkan), nice to have (biaya yang sebenarnya tidak terlalu penting).

Kemudian urutkan dari yang paling besar. Dan lakukan efisiensi dari situ. Buang biaya yang nice to have. Lalu coba hilangkan angka-angka yang sifatnya fix cost. Hilangkanlah angka-angka tersebut. Jika tidak bisa, maka coba jadikan fix cost tersebut menjadi variable cost. Atau jika tidak bisa lagi diusahakan pembayarannya bisa ditunda.

Lalu coba perhatikan struktur Harga Pokok Produksi (HPP) Anda. Lihat biaya yang paling besar ada dimana. Bisa tidak biaya-biaya pokok tersebut dikurangi tetapi tidak mengurangi kualitas produk secara signifikan.

Atau Anda buat formula baru atau komposisi baru yang bisa menghemat Harga Pokok Produksi tersebut.

Kemudian langkah yang paling berat dilakukan, dan juga paling emosional biasanya adalah melihat kembali struktur organisasi perusahaan. Perhatikanlah mungkin saat ini ada bagian yang belum berkontribusi 100 % di dalam usaha. Dan mana bagian yang sudah all out mengeluarkan 100 % kontribusi bagi usaha.

Kemudian restructure. Kalau jika sangat terpaksa mungkin harus dikurangi jumlahnya. Ini menjadi opsi yang paling akhir untuk efisiensi biaya tadi.

4. Jaga Cashflow

7 prioritas bisnis dalam menghadapi krisis 3 scaled - Ini 7 Prioritas Bisnis Dalam Menghadapi Masa Krisis

Darahnya bisnis adalah cashflow. Maka Anda harus jaga baik-baik cashflow ini.

Pegang baik-baik prinsip utama dalam pengelolaan cash flow.

Uang masuk sebesar-besarnya dan dalam waktu yang cepat. Dan uang keluar sekecil-kecilnya dan dalam waktu yang lama.

Dengan memegang prinsip ini betul-betul, maka cash on hand atau uang tunai di tangan Anda jadi besar.

Lalu bagaimana pengaplikasiannya?

Misalkan Anda punya piutang usaha di luar. Anda suplai ke supermarket misalnya dan pembayarannya dalam tempo 1 bulan. Coba negosiasi untuk mempercepat pembayaran. Bila perlu berikan insentif diskon bila dilakukan percepatan tersebut. Jika Anda hitung ternyata masih masuk, maka lakukanlah.

Lalu kemudian untuk pembayaran biaya bahan baku. Jika biasanya Anda tidak membayar tempo, maka coba negosiasi ulang. Ajukan tempo pembayaran yang tentunya win-win solution. Jangan juga mematikan bisnis suplier Anda. Usahakan bisa sama-sama enak dan sama-sama bisa hidup di situasi seperti ini.

Selanjutnya Anda juga bisa mengetatkan pengelolaan inventory atau persediaan Anda. Yaitu bahan baku dan bahan jadi Anda. Sebisa mungkin diturunkan hingga titik minimal Anda bisa beroperasi.

Bisa dengan melakukan perencanaan. Misalkan jika dalam situasi normal Anda membeli bahan baku 100 pcs, Anda bisa negokan ke suplier Anda sementara ini untuk mengambili 50 pcs saja setiap pembelian. Atau kurang dari itu. Negosiasi ulang dan cari win-win solution lagi untuk kedua belah pihak.

5. Tunda atau Kelola Capital Expenditure (CAPEX)

Capital Expenditure adalah pengeluaran modal. Sebisa mungkin tunda atau bahkan batalkan pengeluaran-pengeluaran ivestasi ini.

Pada prinsipnya untuk pengeluaran-pengeluaran investasi ini di masa seperti sekarang ini adalah prudent atau sangat hati-hati.

Baca juga : Cara Benar Bisnis Properti Tanpa Modal

Batalkan misal mau investasi bisnis baru. Atau misalkan ini investasi yang sifatnya nice to have saja dan tidak penting-penting amat. Maka batalkan saja.

Kalau misal sudah terlanjur melakukannya dan jatuh tempo dalam waktu dekat nanti, maka negosiasi untuk ditunda terlebih dahulu.

Atau jika memang investasi ini sifatnya memang sangat penting dan bisa langsung mendatangkan revenue maka silahkan dilanjutkan. Fokuskan investasi-investasi yang bisa langsung mendatangkan revenue terlebih dahulu.

6. Bangun dan Motivasi Team

7 prioritas bisnis dalam menghaapi krisis scaled - Ini 7 Prioritas Bisnis Dalam Menghadapi Masa Krisis

Di dalam bisnis, organisasi itu penting. Orang-orang Anda inilah yang akan membantu Anda menjalani bisnis di masa krisis. Atau juga membantu Anda mengeluarkan bisnis Anda melewati krisis ini.

Oleh karena itu sangat perlu untuk membangun tim dan memotivasi mereka untuk melewati masa-masa ini bersama.

Caranya salah satunya adalah dengan utamakan kesehatan dan keselamatan mereka. Kebetulan isu penyebab krisis saat ini adalah virus yang menyerang kesehatan. Nyawa dan kesehatan itu nilainya jauh lebih berharga dibandingkan dengan uang. Maka dari itu utamakanlah betul-betul kesehatan dan keselamatan mereka.

Berikutnya cari bisnis proses yang lebih ramping. Atur ulang jam kerja. Atau kurangi jam kerja mereka. Jika bisa diterapkan work from home, maka terapkanlah.

Menjaga komunikasi juga penting. Karena pasti mereka juga bertanya-tanya bagaimana nasib mereka. Apakah mereka bisa melewati krisis ini? Bagaimana caranya?

Sampaikan saja situasi dan kondisinya. Sampaikan kemungkinan-kemungkinan terburuknya dan ajak untuk sama-sama berjuang melewati ini semua.

Lalu Anda juga bisa libatkan mereka semua, seluruh orang-orang Anda untuk memberikan ide bagaimana kita bisa meningkatkan omzet perusahaan. Karena dari ide mereka inilah sebetulnya menunjukkan bahwa mereka berkomitmen lebih tinggi untuk bisnis kita.

7. Persiapkan Untuk Masa Yang Lebih Baik

7 prioritas bisnis dalam menghadapi krisis 4 scaled - Ini 7 Prioritas Bisnis Dalam Menghadapi Masa Krisis

Walaupun dalan situasi seperti ini, harus berjuang meningkatkan revenue, mengurangi biaya-biaya, dan lain sebagainya, jangan lupakan satu hal. Yaitu semua ini pasti akan lewat. Badai pasti berlalu. Pasti ada waktunya untuk naik kembali.

Siapa bisnis yang mempersiapkan untuk waktu ketika semuanya akan kembali menjadi normal, maka kemungkinan akan menjadi yang paling cepat untuk recover.

Jangan lupakan bahwa dalam situasi seperti sekarang ini, Anda tetap bisa mencari-cari peluang-peluang baru untuk meningkatkan bisnis Anda. Atau bisa juga momen ini Anda jadikan momentum untuk menemukan formula baru. Formula yang lebih efisien dan efektif di dalam bisnis Anda.

Sehingga ketika nanti ekonomi sudah booming lagi, maka Anda adalah yang tercepat untuk pulih lebih dahulu dibandingkan kompetitor-kompetitor Anda.


Itulah 7 prioritas bisnis yang semestinya bisa kita lakukan di masa seperti sekarang ini. Anda juga bisa menonton tayangan aslinya melalui channel youtube pak Budi Isman sendiri melalui link ini https://youtu.be/lvlja67kOeE. Pastikan Anda juga subscribe channelnya ya. Banyak sekali tips bisnis level perusahaan besar yang dibagikan disana.

Semoga kita semua bisa melewati ujian ini dengan baik, keluarga diberikan kesehatan selalu dan bisnis kita bisa survive melewati badai ini. Aamiin Ya Rabbal Alamin..

About Nasuha Alhuda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *