Breaking News

9 Alasan Berbisnis Properti Syariah

Alasan berbisnis properti syariah – Saya ingin cerita sedikit dahulu awal-awal saya memulai bisnis properti. Yaitu waktu dulu karena memang awal masuk ke dunia kerja di bidang properti juga.

Dimana perusahaan tempat saya bekerja dahulu merupakan perusahaan properti papan atas di Indonesia. Dimana saya bekerja sebagai staff keuangan di perusahaan tersebut.

Alasan berbisnis properti syariah

Melihat dan mencatat transaksi keuangan sedemikian besar setiap harinya membuat saya berfikir, sepertinya enak juga ya jadi pengusaha properti 🙂

Dari titik itulah saya mulai belajar lebih lanjut mengenai dunia dan bisnis properti. Dari gaji di perusahaan tersebut, mulai investasi ke buku ataupun training terkait bisnis properti itu sendiri.

Hingga akhirnya saya berhasil membuka proyek properti sendiri hingga kini memiliki bisnis properti, khususnya properti syariah tanpa riba.

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit sharing alasan kenapa berbisnjs properti syariah. Dimana ada beberapa alasannya yang merupakan alasan berbisnis properti secara umum.

Ini Dia 9 Alasan Mengapa Bisnis Properti Syariah

1. Nilai Investasi Selalu Naik

Sudah bukan rahasia lagi kalau nilai investasi di properti itu selalu naik. Dimanapun lokasi properti itu berada, dia hampir dipastikan akan selalu naik.Karena memang properti itu unik. Tidak diciptakan 2 kali oleh Allah SWT.

Maka hukum supply and demand berlaku di sini. Karena ga diciptakan lagi maka semakin lama properti akan semakin sedikit. Semakin sedikit tentu saja semakin mahal. Berbeda dengan investasi yang lainnya stau barang konsumtif semisal kendaraan. Dimana nilainya hampir dipastikan selalu turun.

Baca Juga : Cara Benar dan Mudah Bisnis Properti Tanpa Modal

2. Minim Resiko

Seperti yang sudah saya katakan pada poin sebelumnya, bahwa properti tidak diciptakan 2 kali. Hal ini yang menyebabkan tingginya nilai properti dan sekaligus meminimalisir resiko orang-orang yang sudah berbisnjs properti.

Anda jualan properti ga ada yang beli pun Anda tetap akan untung. Karena nilai properti itu sendiri yang senantiasa naik. Anda bisa menjualkannya di masa depan dengan harga yang tinggi.

3. Untung Saat Membeli

Dengan berbisnis properti Anda bisa merasakan untung saat membeli. Loh kok bisa?

Jadi begini..

Ketika Anda membeli sebuah properti, tentunya di lokasi yang strategis, dengan harga yang berada di bawah nilai pasaran, maka Anda secara tidak langsung bisa merasakan “keuntungan” di saat Anda baru membelinya. Karena secara nilai properti tsb berada di bawah nilai pasar.

Keadaan yang berada di kenyataan adalah, seringkali pemilik properti tidak tahu atau buta terhadap nilai pasaran properti yang berlaku saat itu. Atau bisa jadi orang tersebut sedang membutuhkan uang, sehingga menjual di bawah nilai pasar. Kondisi-kondisi seperti ini seringkali saya temukan di kenyataan.

4. Bisa Menambah Nilai Signifikan dengan Modal Minimal

Anda bisa menjual properti yang Anda beli berkali-kali lipat dengan menambah nilai dari properti tersebut. Misal Anda beli tanah 500.000 per m2. Lalu Anda buat beberapa kavling di tanah tersebut lalu dibuat sistem cluster exclusive dan bisa dijual seharga 2 juta per m2.

Atau jika Anda membeli rumah second dan sudah tidak ditempati dalam jangka waktu yang lama di cluster yang sudah banyak penghuninya. Lalu rumah tersebut dengan keadaan apa adanya Anda beli dengan harga murah.

Setelah itu Anda renovasi kecil-kecilan, baru kemudian Anda jual sesuai harga pasar. Anda biasanya akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan.

5. Banyak Terkandung Kebaikan di Dalamnya

Sudah bukan rahasia lagi jika bisnis properti membutuhkan perputaran uang yang cukup besar. Nah perputaran uang yang cukup besar inilah yang bisa mendatangkan manfaat ke banyak pihak.

Anda bisa lihat, bahwa bisnis properti melibatkan begitu banyak pihak. Misalkan di bidang pembangunan. Butuh adanya kontraktor. Kontraktor butuh adanya tenaga kerja berupa tukang-tukang yang membangun bangunannya. Tukang-tukang juga ga bisa bekerja jika tidak ada bahan bangunan.

Artinya butuh pihak matrial atau toko bangunan di situ. Di dalam toko bangunan itu sendiri ada tenaga kerjanya juga. Ada pula distributor dan supplier yang mendukung penyediaan barang di matrial itu.

Nah dari 1 aspek saja, yaitu pembangunan, Anda bisa bayangkan betapa banyak pihak yang dilibatkan. Betapa banyak aliran rezeki yang bisa diputar. Belum dari aspek perizinan, aspek legalitas, aspek pemeliharaan properti, aspek pemasaran properti, dan lain sebagainya.

6. Ada nilai dakwah di dalamnya

Nah kini kita mulai masuk di aspek properti syariahnya. Dimana ketika menjalankan bisnis properti syariah, tidak lepas ada faktor dakwah di dalamnya. Yaitu dakwah tentang 1 dosa besar, yaitu RIBA.

Ekonomi berbasiskan riba sudah bukan lagi menjadi suatu keanehan di dunia yang kita tinggali sekarang. Bahkan hal ini menjadi sebuah hal yang normal. Padahal dosa Riba ssngat sangat besar. Dan bahkan langsung diperangi oleh Allah dan Rasulnya.

Alasan ini menjadi pondasi dasar mengapa saya berbisnis properti syariah. Hal inilah yang bisa saya lakukan untuk menebus dosa dosa riba saya sebelumnya. Dimana bukan hanya mengambil riba, bahkan menjerumuskan orang jatuh ke dalam jurang Riba selama puluhan tahun. Astaghfirullah..

7. Potensi penghasilan passive income

Konsep properti syariah yang kami jalani yaitu menggunakan konsep tanpa pembiayaan dari bank sama sekali. Jika alur pembelian properti konvensional itu adalah developer menerima pembayaran tunai dari bank lalu konsumen yang mencicil ke bank selama puluhan tahun, maka di properti syariah konsumen langsung mencicil ke developer selama puluhan tahun.

Dari sini tantangan muncul. Sebab tak ada yang bisa menjamin konsumen akan taat mencicil selama puluhan tahun. Bisa saja nanti di tengah jalan macet cicilannya. Untuk bagaimana mengantisipasi hal tersebut akan di bahas pada artikel yang lain. Stay tune yaa..

Di sisi lain, hal tersebut juga bisa menambahkan keuntungan bagi si developernya. Yaitu potensi penghasilan passive income. Masa kerja developer yang sebenarnya yaitu hingga sampai serah terima kunci unit terakhir. Setelah itu, selama beberapa tahun ke depan selama masa cicilan, sudah tidak ada pekerjaan yang signifikan dari developer di proyek tersebut.

Dan itulah mengapa bisa mendapatkan passive income.

8. Menyambung silaturahmi dengan pembeli

Efek lain dari konsep cicilan langsung ke developer ini adalah terjaganya silaturahmi ke konsumen selama puluhan tahun.

Ya, sebenarnya mau tak mau hal ini dilakukan sebab sebagai salah satu cara untuk menagih ke konsumen. Namun seperti yang banyak diriwayatkan hadits-hadits shohih populer, bahwa banyak sekali kebaikan-kebaikan dari silaturahmi ini.

Diantaranya adalah memperpanjang umur, menambah rezeki, dan juga manmbah kebahagiaan.

Ya, bercengkerama dengan banyak orang memang menimbulkan kebahagiaan. Apalagi dalam situasi baik dan penuh kekeluargaan. Memang benar ya ternyata bahagia itu sederhana.

9. Ada potensi membangkitkan ekonomi umat

Nah alasan berbisnis properti syariah terakhir ini menurut saya yang lumayan menimbulkan efek kebaikan secara besar. Yaitu ada potensi membangkitkan ekonomi umat melalui proyek properti syariah.

Mudahnya begini..

Anda bisa bayangkan ketika cicilan-cicilan konsumen mulai masuk ke developer.Yang namanya cicilan konsumen setelah serah terima unit adalah murni keuntungan dari developer. Karena biaya modal sudah tertutupi hingga serah terima unit terakhir.

Maka ada potensi free cash yang dimiliki oleh developer. Nah potensi free cash ini lah yang bisa memiliki potensi membangkitkan ekonomi umat, keluar dari jeratan riba. Walaupun memang butuh keikhlasan dari masing-masing developer buat memberikan sedikit keuntungannya untuk kepentingan umat.

Bayangkan saja, jika ada unit properti syariah dengan cicilan 1 juta saja setiap bulannya. Lalu terkumpul dari beberapa proyek properti syariah ada 10.000 unit saja misalkan (jumlah yang cukup kecil mengingat produksi properti nasional bisa mencapai 1 juta unit per tahun).

Maka uang yang terkumpul bisa mencapai 10 Milyar per bulan!!!

Kira-kira bisa buat apa sajakah uang sebanyak itu dalam waktu 1 bulan?

Bisa saja buat solusi permodalan usaha tanpa riba. Lalu juga sebagai solusi kepemilikan kendaraan tanpa riba. Dan lain sebagainya.

Dan impian membuat masyarakat tanpa riba atau masyarakat ekonomi syariah pun bukan lagi khayalan semata. Namun bisa diwujudkan dalam bentuk yang kongkret.

Note : Lihat proyek-proyek properti syariah yang saya beserta tim kembangkan di SharaLand.co.id

About Nasuha Alhuda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *